Wednesday, March 28, 2012
TIPS - Awas Salah Olah #1
Pengolahan Bahan Makanan memang diperlukan agar makanan menjadi lebih enak, lebih mudah dicerna, lebih awet, serta aman dari bakteri pembusuk atau pathogen lainnya. Namun pengolahan yang berlebihan akan merusak kandungan nutrisi makanan sehingga kecukupan gizi bagi tubuh tidak terpenuhi. Meski kenyang, bisa jadi badan kita tidak bugar dan sehat.
Setidaknya, Pengolahan bahan makanan bisa dipilah jadi Tiga bagian 1. Preparation, 2. Pemasakan, 3. Penyajian. Dalam posting ini, ulasan tentang Preparation/Persiapan Masak akan disajikan. Bahaya salah Pemasakan dan Penyajian akan dibahas dalam posting berikutnya.
Kasus dalam Preparation -1: PENCUCIAN Bahan Makanan
Pencucian Beras yang berlebihan (sambil diremas-remas) apa lagi dengan air mengalir akan melarutkan Vitamin B1/Komplex & Vitamin C pada kulit ari beras. Cucilah beras secukupnya agar material asing mengambang dan terbuang bersama air tirisan, tidak perlu sampai airnya bening transparan. Hasil riset beberapa dosen UNJ, Program Boga : ..sebelum dicuci beras mengandung 0,2850 mlg vit B1, setelah dicuci 2 kali menjadi 0,1765mg dan setelah dicuci 3 kali menjadi 0,1560mg. Maksimal cuci beras 3 kali bilas..!
Sayuran yang beresiko ulat, perlu ditambahkan garam dapur ke dalam air cucian. Bilas secukupnya dan segera tiriskan. Untuk sayuran yang telah dipotong usahakan secepat mungkin dalam pencucian agar vitamin didalamnya sedikit yg larut dalam air cucian.
Kasus dalam Preparation -2: PEMOTONGAN Bahan Makanan
Sudah jamak dilakukan, sayuran dipotong-potong dulu sebelum dicuci. Padahal seharusnya sayuran dicuci dulu baru dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai sajian menu. Termasuk sayuran yg harus dikupas (wortel, kentang, dll), pemotongan dilakukan setelah dikupas dan dicuci.
Kasus dalam Preparation -3: PENYIMPANAN Bahan Makanan
Usahakan bahan makanan yang telah dicuci dan dipotong, habis dimasak saat itu juga. Jika terpaksa bahan makan bersisa, simpanlah dalam tempat tertutup pada suhu rendah (dingin). Esok sebelum memasak bahan tersebut, taruh pada suhu ruang. Namun jangan pernah dua kali menyimpan bahan makanan kedalam freezer bahan yang sudah kita cairkan. Tekstur akan berubah dan bakteri telah berkembang saat dicairkan pada suhu ruang.
Tuesday, March 27, 2012
TIPS - Memilih BAHAN PANGAN
IKAN SEGAR, apa cirinya ?
Indikator ikan segar yang harus dicermati, antara lain:
a. Warna Kulit yg Cerah (jangan yg Pudar), b. Kulit yg berLendir Tipis (jangan yg banyak lendir), c. Lendir yg Bening, homogen dan transparan (jangan Lendir yg berubah kekuningan/putih susu dan bau busuk), d. Sisik yg Melekat Kuat, Utuh, Mengkilap Alami, Tertutup Lendir Jernih (jangan yg pudar, terlepas dari tubuh), e. Mata yg Jernih, Terang, Cembung, Menonjol (janganyg redup kelabu, Terbenam/Berkerut tertutup lendir), f. Insang yg Merah/Merah Tua, Terang alami (jangan yg kotor, pucat, abu-abu/gelap, berlendir & bau busuk), g. Daging yg Keras dan Lentur (jangan yg Lembek, Tidak Lentur), h. Bau yg Segar khas Ikan (jangan yg berbau aneh & busuk), i. Tubuh/Sirip/Ekor Lengkap, Mulus, Bebas parasit (jangan Tubuh yg Banyak Luka, Sirip /Ekor Patah2, banyak Parasit nempel)
Gimana sih Pilih BERAS ?
Kriteria putih mengkilap sebagai dasar penilian mutu beras yang baik adalah keliru.
Beras yg putih mengkilap tidak selalu lebih baik daripada yang agak buram kecoklatan. Agar mengkilap, beras biasanya disosoh (menghilangkan kulit ari) setelah proses penggilingan. Semakin mengkilap, semakin banyak kulit ari yg terbuang - akibatnya beras semakin miskin serat (dietary fiber) dan Vitamin B1 (tianin).
Padahal Vitamin B1 dibutuhkan untuk merombak karbohidrat menjadi energi dan mencegah penyakit beri-beri. Sedangkan sangat berperan dalam detoksifikasi, mencegah sembelit, kangker usus besar, wasir, obesitas, kencing manis, dan penyakit jantung. Jadi rugilah kita, jika beli beras yg miskin Vitamin B1 dan rendah serat.
Semoga bermanfaat...










