Sebuah Tulisan di The Journal of The Royal College of Physicians oleh Silagy CS dan Neil HAW (1994) menyebutkan bawang putih dapat menurunkan kolesterol. Penurunan hingga 12% dari total kolesterol, setelah 4 minggu terapi. Tekanan darah juga menurun karena terhambatnya aktivitas Angiotensin I-Converting Enzyme (ACE), yakni enzim yang bertanggung jawab terjadinya peningkatan tekanan darah. Hasil penelitian lain oleh University of Minnesota USA menyebutkan, resiko terkena kanker di usia tua berkurang 50% bila rutin mengkonsumsi bawang putih (Alium Sativum).
Di antara beberapa komponen bioaktif pada bawang putih, antara lain dialil sulfida atau dalam bentuk teroksidasi disebut alisin mempunyai khasiat antioksidan, antikanker, antitrombotik, antiradang, penurunan
kolesterol darah. Kolesterol adalah pemicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Zat ajoane dan aliin dalam bawang putih yang bersifat antikolesterol akan menekan beberapa enzim pembetuk kolesterol.
Tak kurang dari 12 studi telah dipublikasikan di dunia memastikan bahwa bawang puith (terutama yang segar) dapat menurunkan kolesterol. Beberapa menyebutkan bawang putih mengandung 100 bahan kimia yang dapat menyembuhkan penyakit. Di antaranya :
kolesterol darah. Kolesterol adalah pemicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Zat ajoane dan aliin dalam bawang putih yang bersifat antikolesterol akan menekan beberapa enzim pembetuk kolesterol.
Tak kurang dari 12 studi telah dipublikasikan di dunia memastikan bahwa bawang puith (terutama yang segar) dapat menurunkan kolesterol. Beberapa menyebutkan bawang putih mengandung 100 bahan kimia yang dapat menyembuhkan penyakit. Di antaranya :
> Minyak Atsiri yang bersifat anti bakteri dan antiseptik.
>Saltivine untuk mempercepat pertumbuhan sel / jaringan serta merangsang susunan sel syaraf.
> Diallysulfide, alilpropil-disulfida sebagai anticacing, belerang, protein lemak...dan anti oksidan.
Bawang putih sudah dikenal sejak 4000 tahun lalu. Dalam catatan sejarah Mesin 1500 SM, orang Mesir kuno percaya bawang putih memiliki 22 khasiat pengobatan. Bawang putih ditemukan dalam makan raja Tutankhamun dan dikonsumsi para pekerja pembangun pyramid untuk menjaga stamina dan mencegah penyakit.
Orang Yunani dan Romawi menggunakan bawang putih untuk mengobati lepra, asma dan mengusir kalajengking. Bangsa China kuno sukses mengobati TBC (tubercolosis) dengan cara mengompres bawang putih segar panas di punggung pasien. Unsur teratepik yang mudah menguap dari bawang putih segar mampu menembus kulit menuju paru-paru, membunuh habis baksil tubercolosis. Bawang putih juga digunakan untuk membasmi cacing dan parasit dalam saluran pencernaan, mencegah kedinginan dan flu, serta sebagai tonik pendorong libido.
Fakta di zaman modern, di negara yang mengkonsumsi banyak bawang putih segar - sungguh sulit menemukan penderita kanker. Konsumsi bawang putih segar secara rutin tiap hari memberikan perlindungan menyeluruh bagi tubuh dari serangan berbagai penyakit dan parasit.
(sumber: OTS Digst edisi 35 dan buku Feng Shui Makanan)






0 comments:
Post a Comment